Saturday, 24 November 2018

Seharusnya

            Dahulu, kau pernah mengatakan bahwa seharusnya orang yang diabaikan selama bertahun-tahun, cintanya akan memudar. Namun, ketika kau mengetahui kenyataan, kau menyadari bahwa ternyata selama ini kau salah menilaiku. Kau berpikir bahwa cintaku sudah berkurang atau bahkan berpaling.
Ya, kau benar-benar salah karena sungguh, saat itu, saat kau mengatakannya, hingga saat ini ketika tahun demi tahun telah berlalu, cinta yang seharusnya hilang itu ternyata masih betah tinggal di hatiku. Bagaimanapun aku mengusirnya, dia tak pernah mau pergi barang seinci pun dari dalam hati yang membuatnya selalu ingin kembali.
Sejak awal aku sudah tahu bahwa kita tak mungkin bersatu. Seharusnya aku tidak pernah menaruh rasa padamu walau sesaat saja. Namun, entah mengapa hatiku sendiri yang memilihmu di atas segala kemustahilan yang membentang. Meskipun segalanya terasa tak mungkin, ada sesuatu yang membuatku yakin.
Seharusnya kau tidak datang ke dalam hidupku agar semuanya lebih mudah, agar tidak ada hati yang harus patah, agar tidak ada kenangan yang menyejarah. Akan tetapi, kau tetap berjalan dengan percaya diri meskipun suatu hari kau pada akhirnya memutuskan untuk pergi—tanpa pernah kembali lagi.
Mungkin seharusnya kita memang tidak bertemu, tapi kita bertemu. Entah bagaimana jadinya jika aku tak pernah melihatmu, mungkin hingga detik ini aku tak tahu apa itu cinta. Sebelum bertemu denganmu, aku benar-benar tidak tahu apa itu cinta. Setelah bertemu denganmu, aku benar-benar tidak tahu apa itu cinta—selain dirimu.
Meskipun aku sengaja melebarkan jarak agar segalanya tak lagi melekat, ternyata tak ada yang berubah. Kapan pun dan di mana pun aku berada, sejauh apa pun aku berusaha, entah mengapa aku selalu merasakan kehadiranmu. Ketika berada di keramaian, kala sedang menepi sendiri, aku merasa kau ada di sini. Seharusnya kau ada di sini agar aku tak merasa seperti dihantui atau berhalusinasi.

Sunday, 21 October 2018

Kota Tua Kita

Di Kota Tua
Ada banyak cerita yang
Mengingatkan pada
Sebuah masa sebelum segalanya


Thursday, 13 September 2018

Tuhan Tahu

Tuhan pasti tahu
Hanya saja, kita yang tak tahu
Kala kukira telah menemukanmu
Nyatanya, Tuhan yang mengalihkan tatapku

Tuhan sudah tahu
Hanya saja, kita yang tak tahu
Kala kaupikir telah mengenalku
Nyatanya, Tuhan yang memainkan waktu

Tuhan tentu tahu
Hanya saja, kita yang tak tahu
Saat aku jatuh cinta padamu
Tuhan yang menciptakan rasa itu

Tuhan jelas tahu
Hanya saja, kita yang tak tahu
Saat kaumasuk ke dalam hidupku
Tuhan yang menjalankanmu menujuku

Tuhan niscaya tahu
Hanya saja, kita yang tak tahu
Ketika aku telah mengikhlaskanmu
Tuhan menyiapkan sesuatu untukku

Tuhan teramat tahu
Hanya saja, kita yang tak tahu
Ketika kau telah meninggalkanku
Tuhan memberikan sesuatu untukmu

Tuhan tahu
Hanya saja, kita yang tak tahu
Satu yang perlu kita tahu
Tuhan menunggu

Sunday, 12 August 2018

Mata Setua Jagat Raya

Kali pertama melihatmu, tubuhku membeku. Tak ada yang bisa kulakukan selain mematung, berusaha menenangkan detak jantungku yang dengan hebat menderu. Sekali pun tidak pernah aku seperti itu. Ada sesuatu yang tiba-tiba melesat begitu cepat, menyentuh inti jiwaku. Sejak hari itu, semuanya tak lagi sama—terutama hatiku.

Thursday, 2 August 2018

Menunggumu Satu Kali Lagi

Perihal menunggu, aku yang paling tahu. Langit saja sudah jemu menyaksikan kebodohanku yang terus meyakini sebuah kalimat darimu. "Tunggu aku," katamu beberapa tahun lalu. Kala itu, aku hanya mengangguk setuju. Namun, ternyata menunggumu tak pernah semudah yang kubayangkan. Aku harus menunggumu, yang sedang berbagi rasa dengan sosok lain di sisimu.
THEME BY RUMAH ES