Sunday, 28 December 2014

Abadi Bersamaku

Aku dan kau, sepasang sayap yang mencoba untuk terbang
Jauh mengangkasa, menembus langit bertabur bintang 
Menghapus semua keluh kesah yang membuat bimbang

Pernah kita merajut senja hingga merona jingga
Pernah kita menguntai langkah hingga jauh berkelana
Pernah kita melukis bahagia hingga tak henti tertawa

Tahukah kau, hingga kini cinta itu selalu ada
Meski kau kini telah menghilang entah ke mana
Tanpa memberi kabar, tanpa salam perpisahan

Saturday, 13 December 2014

Sekali Saja

Aku bukan sosok yang mudah digapai
Hatiku dikelilingi es yang begitu sulit tersentuh
Hanya beberapa orang yang berani mencintaiku
Pada akhirnya pun, mereka pergi 

Aku bukan sosok yang mudah membuka hati
Bukan karena aku mencari sosok yang sempurna
Melainkan karena tak ada yang membuatku begitu percaya
Tak ada yang membuatku yakin dengan cinta sejati

Namun, saat kutemukan dirimu kala itu
Aku tahu, hatiku telah terbuka tanpa diminta
Hatiku memberi ruang, jauh di lubuk tak terjangkau
Hanya kau yang mampu membuatku menyerah

Saturday, 29 November 2014

Segenggam Harap

Entah bagaimana caranya
Hati ini tak pernah mau beranjak
Sesekali mencoba dan akhirnya terjebak
Memang cinta tak pernah bisa dipaksa

Perasaan ini telah habis untuk mencintaimu
Hati ini seutuhnya telah kuserahkan padamu
Mimpi ini telah kutitipkan jauh dalam benakmu
Asa ini telah kubisikkan lembut dalam hatimu

Saat ku tahu dunia ini berwarna karenamu
Saat ku tahu detak jantung ini berlagu karenamu
Untuk apa aku mencari sosok selain dirimu?
Jika semua yang kubutuhkan ada dalam dirimu

Saturday, 1 November 2014

Dalam Diam

Di balik gelapnya malam
Waktu menyudutkanku sendirian
Jarak pun mempermainkan kita
Aku tak tahu harus bagaimana lagi

Saat kini kau tak ada bersamaku
Kau telah meninggalkan kenangan untukku
Kenangan yang setiap hari mengikat langkahku
Yang membuatku tak mampu menulis kisah yang baru
Meski kutemui sosok lain yang ada untukku
Karena kaulah rumah di hatiku
Yang membuatku selalu ingin pulang
Tak ingin pergi, selalu ingin menanti

Saturday, 25 October 2014

Tak Pernah Cukup

Ribuan hari telah meninggalkanku
Membiarkanku bertahan pada satu cinta
Pada sosok yang selalu sama
Yang membuat rindu ini tak berlalu

Namun, mungkin aku bukan yang terbaik
Bagaimana pun aku mencintaimu
Kau tak pernah kembali padaku lagi
Mungkin aku yang terlalu mengharapkanmu

Aku menunggumu yang telah pergi meninggalkanku
Aku merindukanmu yang tak peduli padaku
Aku mencintaimu yang tak lagi ada di sisiku
Aku mengagumimu yang kini mulai melupakanku
Tapi, bagimu, mungkin aku bukan segalanya

Thursday, 16 October 2014

Bertemu Tanpa Bersatu

Di bawah mentari yang tersenyum senang
Mata ini tertuju pada sosok yang baru
Detak jantung ini berlagu tiba-tiba
Ada yang berdesir di dalam tubuhku
Baru kali ini seluruh tubuhku rasanya kaku
Mematung, membeku, membisu

Hanya sepersekian detik saja
Namun, romansa itu bertahan lama
Membayangi di setiap hari
Menemani di setiap langkah
Menelusup jauh ke relung hati
Memercikkan suatu rasa yang mewah

Wednesday, 15 October 2014

Fatamorgana

Hai, kamu. Iya, kamu
Masih ingatkah siapa aku?
Iya, aku, sosok yang dulu
Dulu pernah menjadi bagian darimu
Menjadi alasan dari senyummu
Menjadi sebab dari tawamu
Menjadi sosok yang dirindukan
Menjadi seorang yang diimpikan
Tapi, sekarang sudah berbeda
Tak ada lagi aku di hatimu
Namun, sebaliknya
Kau masih ada di hatiku, selalu ada

Friday, 3 October 2014

Emulgator

Apakah kau tahu air dan minyak?
Sadarkah jika kita seperti mereka?
Aku adalah air yang mengalir ke relung hatimu
Kau adalah minyak yang membuat cinta ini mengilap
Bukankah itu indah?
Kita saling melengkapi dengan segala perbedaan
Perbedaan itulah yang membuat kita sempurna
Tapi, banyak orang berkata kita tak mungkin bersama
Kita tak bisa bersatu walau bagaimanapun juga

Saturday, 20 September 2014

Kau ...

Kau ....
Banyak kata yang hanya mampu berjalan sampai ke tenggorokan
Entah harus dengan cara apa semua tersampaikan
Rindu dan kasih ini hanya mampu terpendam
Hingga waktu yang entah kapan
Kau ...
Di mana pun jiwa ini berpijak, selalu menatap harap
Harapan dan mimpi yang membuat selalu bertahan
Saat semuanya tak seperti yang diharapkan
Biar saja kenyataan menelan semua keinginan

Tuesday, 12 August 2014

Kado Terindah

Hai, Pencuri hati
Bagaimana kabarmu di sana? Ya, di sana, entah di mana
Aku tak tahu kau di mana, pun tak tahu kau sedang apa
Di sini aku menatap purnama, purnama yang dulu kita lihat bersama
Tapi, kini aku hanya sendiri dan aku hanya bisa berharap
Semoga kau melihatnya di saat yang sama denganku
Dan saat kautemukan mataku melalui purnama itu
Tataplah aku lebih lama dari biasanya dengan tatapan yang biasanya
Penuh cinta, kasih, dan ketenangan
Biarkan aku bersemayam di dalam matamu
Setelah itu, tunjuklah satu bintang di angkasa
Semoga kita menunjuk bintang yang sama
Dan saat kautemukan jemariku melalui bintang itu
Genggamlah tanganku, jangan lepaskan
Karena aku pun tak akan melepaskanmu
Meski hanya malam ini kita bertemu

Saturday, 26 July 2014

Bukan Aku

Kamu adalah sosok yang istimewa
Kamu adalah sosok yang berharga
Kamu adalah sosok yang patut didamba
Hingga aku pun mendambamu
Mengagumimu, menyukaimu
Menyayangimu, mencintaimu
Bagaimana tidak?
Kamu sosok yang setia
Mencintai dengan sejuta cara
Mengalah meski tak mau
Meminta maaf meski tak salah
Kamu menangis ketika disakiti
Bukankah itu benar-benar cinta?

Friday, 25 July 2014

Saat Kamu

Saat bukan kamu yang menyapaku, kubiarkan saja sapa itu berlalu
Saat bukan kamu yang mencintaiku, kubiarkan saja rasa itu berlalu
Saat bukan kamu yang mencariku, kubiarkan saja jejak itu berlalu
Saat bukan kamu yang mendambaku, kubiarkan saja asa itu berlalu
Saat bukan kamu yang meninggalkanku, kubiarkan saja jarak itu berlalu
Saat bukan kamu yang menatapku, kubiarkan saja mata itu berlalu
Saat bukan kamu yang menyakitiku, begitu enggan aku membiarkannya
Saat bukan kamu yang membohongiku, begitu enggan aku memercayainya
Saat bukan kamu yang meminta hatiku, begitu enggan aku memberikannya

Monday, 7 July 2014

Dua Cinta

Di bawah hangatnya mentari
Kaudatang membawa setumpuk asa
Membuatku menemukan cakrawala
Menatap panorama dengan bahagia
Kau, kau bukan rekayasa
Seperti hujan yang deras
Kau menyapa kekeringan hati ini
Layak angin yang berembus pelan
Kau mengalunkan lagu bagi detak jantungku

Friday, 20 June 2014

Bersimpangan

Ada yang berdesir di hatiku tiap melihatmu
Apakah menurutmu ini menyenangkan?
Bagiku iya, aku menikmatinya
Rasa yang hanya ada ketika bersamamu
Semoga aku tak salah mengartikannya
Aku menganggap ini adalah rasa cinta
Ya, aku mencintaimu, benar-benar mencintaimu
Begitu senang bisa melihatmu tersenyum
Begitu bahagia bisa melihatmu tertawa

Saturday, 14 June 2014

Sayap yang Tak Bisa Terbang

Kaubilang cintaku hanya kata-kata
Kaubilang bahagia bersamaku hanya kata-kata
Mungkin kau tak pernah sadar
Cinta yang kausebut kata-kata
Adalah cinta yang hingga kini menyapa
Aku berkata terus mencintaimu
Dan itu terbukti hingga saat ini
Aku bilang selalu merindukanmu
Dan rinduku ada sampai kini
"Aku tak bisa hidup tanpamu"
Banyak orang berkata begitu
Akan tetapi, tidak untukku
Aku tak sampai seperti itu

Thursday, 12 June 2014

Kadang ...

Kadang aku tak mengerti mengapa kakiku terasa beku
Pipiku terasa hangat, lidahku pun kelu
Serta detak jantung seakan berlagu
Kadang aku tak mengerti perasaanku sendiri
Dan malah lebih mengerti perasaan orang lain
Kadang aku ragu, apakah benar ini cinta?
Apa aku tak salah mengartikan sebuah rasa?
Kadang sulit untuk mengakui aku jatuh cinta
Entah aku memang sulit untuk jatuh cinta
Atau terlalu angkuh untuk mengakui kehadiran rasa
Serta terlalu malas memulai luka dan kecewa

Saturday, 24 May 2014

Senja yang Merona

“Ya?” sahut Ziara.
“Aku harus pergi,” ujar Karel.
“Ke mana? Terus pekerjaan kamu gimana? Kita gimana?” tanya Ziara menahan air matanya.
            “Kamu nggak perlu tahu, Zi.  Aku udah ambil cuti dan kita tetaplah kita,” jelas Karel.
            “Kapan kamu berangkat?” Ziara menundukkan kepalanya.
            “Sekarang,” jawab Karel.
            Ziara tak menjawab, kepergian Karel begitu tiba-tiba.
            “Zi, lihat aku,” ucap Karel menggenggam tangan Ziara.
            “Ziara, maaf aku harus pergi, tapi aku tak pernah meninggalkanmu.  Jaga diri baik-baik, tetaplah ceria, aku pasti kembali,” tutur Karel seraya menghapus air mata di pipi Ziara.
            “Ya, jaga diri baik-baik juga di mana pun kamu berada, Karel.  Aku percaya kamu,” jawab Ziara menyunggingkan senyum manisnya.
            Karel menatap lama Ziara, tanpa berkata.
            “Aku juga selalu sayang kamu, Rel,” kata Ziara.
            Karel pun tersenyum dan beranjak dari bangku taman, membiarkan Ziara ditemani senja, senja yang tertutupi awan hitam, seperti hati Ziara.  Hujan mulai turun, menetes lembut di pipi Ziara, membuat taman menjadi sepi dan mengantar Ziara pulang.
            Ziara selalu duduk di bangku taman yang sama, di waktu yang sama.  Dia tersenyum melihat senja, merasakan angin berembus merdu.  Ziara tetap tersenyum meski senja tak selalu sama dan bangku itu hanya diduduki olehnya saja sejak Karel pergi.

Wednesday, 21 May 2014

Kesempurnaan Pelangi

Pelangi tak bisa selamanya menemani Mentari. Ia tak benar-benar mencintai Mentari.  Sesungguhnya ada yang telah mencuri hatinya. Dia adalah Hujan. Dia yang membuat Pelangi hadir begitu bahagia. 

Tuesday, 20 May 2014

Tulusnya Mawar Putih

Mawar Putih tak bisa membuka hatinya walau ada yang mencintainya dan berkorban untuknya.  Mawar Putih tak ingin memberikan cintanya, kecuali pada Mentari.  Selama ini hanya Mentari yang selalu ada dalam benak Mawar Putih.  Setiap hari, ia selalu melihat Mentari.  Ia pengagum rahasia Mentari, diam-diam suka pada senyum Mentari. 

Saturday, 17 May 2014

Pengorbanan Kupu-kupu

Kupu-kupu selalu pergi ketika Hujan datang, itu bukan tanpa alasan.  Itu adalah caranya untuk menjaga perasaan Hujan.  Ia tak ingin hanya memberi harapan pada Hujan.  Andaikan Hujan tahu, semua demi kebaikannya. 

Friday, 16 May 2014

Kesetiaan Hujan

Siang itu langit tak biru, ia kelabu.  Itu pertanda, Hujan sedang merindu dalam diam. Kupu-kupu terbang di bawah langit yang kelabu.  Sebentar hinggap, lalu terbang lagi. Hujan tak mampu lagi menahan rasa rindunya, ia pun turun, membasahi tanah yang kering.  Hujan ingin menyapa.  Namun saat Hujan datang, Kupu-kupu malah pergi.  Mungkin kedinginan karena hujan.  Akan tetapi, Hujan tetap turun walau dia dihindari oleh Kupu-kupu.

Thursday, 15 May 2014

Secangkir Kopi

Apakah kau tahu cinta itu apa? Cinta seperti secangkir kopi.  Memiliki kenangan yang menjelma aroma.  Aroma yang membuat kita selalu ingat.
          Aroma itu menenangkan, bukan? Tak peduli kopi itu manis atau pahit, yang kita tahu kopi itu hangat, tanpa tahu seberapa panas di baliknya.

Saturday, 25 January 2014

Jatuh Cinta

Jika kaubertanya mengapa aku jatuh cinta
Jawabannya adalah karena kau terlahir di dunia
Jatuh cinta pada pandangan pertama
Itulah yang benar kurasa

Tanpa ku
tahu siapa dirimu 
Apa kelebihan dan kekuranganmu
Hati ini telah memilihmu
THEME BY RUMAH ES