Saturday, 25 October 2014

Tak Pernah Cukup

Ribuan hari telah meninggalkanku
Membiarkanku bertahan pada satu cinta
Pada sosok yang selalu sama
Yang membuat rindu ini tak berlalu

Namun, mungkin aku bukan yang terbaik
Bagaimana pun aku mencintaimu
Kau tak pernah kembali padaku lagi
Mungkin aku yang terlalu mengharapkanmu

Aku menunggumu yang telah pergi meninggalkanku
Aku merindukanmu yang tak peduli padaku
Aku mencintaimu yang tak lagi ada di sisiku
Aku mengagumimu yang kini mulai melupakanku
Tapi, bagimu, mungkin aku bukan segalanya

Cinta yang tak pernah cukup
Rindu yang tak pernah cukup
Pengorbanan yang tak pernah cukup
Segala tentangku yang tak pernah cukup
Seperti apa pun aku berusaha
Semuanya tak pernah cukup


Thursday, 16 October 2014

Bertemu Tanpa Bersatu

Di bawah mentari yang tersenyum senang
Mata ini tertuju pada sosok yang baru
Detak jantung ini berlagu tiba-tiba
Ada yang berdesir di dalam tubuhku
Baru kali ini seluruh tubuhku rasanya kaku
Mematung, membeku, membisu

Hanya sepersekian detik saja
Namun, romansa itu bertahan lama
Membayangi di setiap hari
Menemani di setiap langkah
Menelusup jauh ke relung hati
Memercikkan suatu rasa yang mewah

Kita adalah insan yang berbeda
Bertemu dengan cara yang sederhana
Namun, rasanya begitu istimewa
Kita membawa warna yang berbeda
Tapi, dengan perbedaan itulah kita bersama
Kita saling mewarnai kanvas hati
Kita saling berbagi seni dalam mencintai
Kita membentuk warna yang lain
Warna yang hanya ada di antara kita
Warna yang hanya bisa dimengerti oleh kita
Warna yang hanya dapat dilukis oleh kita
Warna yang hanya mampu dikenang oleh kita
Bukankah perbedaan itu indah?
Dengannya, kita bisa menjadi sempurna

Tapi, mengapa kini semuanya jadi berbeda?
Kala perbedaan itu justru menjauhkan kita
Menjadi masalah yang menghalangi kita
Apakah kita tidak bisa kembali seperti dulu?
Membuat perbedaan itu menjadi pelengkap
Mengapa kini perbedaan itu menciptakan jarak?
Apakah kita hanya bisa bersama sementara?
Apakah kita hanya bisa bertemu tanpa bersatu?

Wednesday, 15 October 2014

Fatamorgana

Hai, kamu. Iya, kamu
Masih ingatkah siapa aku?
Iya, aku, sosok yang dulu
Dulu pernah menjadi bagian darimu
Menjadi alasan dari senyummu
Menjadi sebab dari tawamu
Menjadi sosok yang dirindukan
Menjadi seorang yang diimpikan
Tapi, sekarang sudah berbeda
Tak ada lagi aku di hatimu
Namun, sebaliknya
Kau masih ada di hatiku, selalu ada

Apakah kau hanya fatamorgana?
Yang seolah ada, namun tak ada
Yang seolah nyata, padahal angan belaka
Apakah cintamu pun fatamorgana?
Yang membias, tak ada bekas
Yang memudar dari samar-samar
Apakah sinar matamu fatamorgana?
Yang menunjukkan cinta, padahal tidak
Yang menjanjikan kasih, namun ternyata perih
Apakah kisah ini fatamorgana?
Yang tertulis, namun kembali terkikis
Yang panjang, padahal tak ada jalan


Friday, 3 October 2014

Emulgator

Apakah kau tahu air dan minyak?
Sadarkah jika kita seperti mereka?
Aku adalah air yang mengalir ke relung hatimu
Kau adalah minyak yang membuat cinta ini mengilap
Bukankah itu indah?
Kita saling melengkapi dengan segala perbedaan
Perbedaan itulah yang membuat kita sempurna
Tapi, banyak orang berkata kita tak mungkin bersama
Kita tak bisa bersatu walau bagaimanapun juga
Mengapa mereka berkata begitu?
Tak tahukah mereka bahwa ada yang bisa menyatukan kita?
'Kan kuberi tahu mereka satu hal
Air dan minyak bisa bersatu dengan adanya emulgator
Dan emulgator itu adalah cinta

THEME BY RUMAH ES