Saturday, 1 November 2014

Dalam Diam

Di balik gelapnya malam
Waktu menyudutkanku sendirian
Jarak pun mempermainkan kita
Aku tak tahu harus bagaimana lagi

Saat kini kau tak ada bersamaku
Kau telah meninggalkan kenangan untukku
Kenangan yang setiap hari mengikat langkahku
Yang membuatku tak mampu menulis kisah yang baru
Meski kutemui sosok lain yang ada untukku
Karena kaulah rumah di hatiku
Yang membuatku selalu ingin pulang
Tak ingin pergi, selalu ingin menanti

Kita sempat berselisih tentang cinta
Kau yang berpikir cinta harus memiliki
Dan aku yang berpikir cinta tak harus memiliki
Kau bersikeras, begitu pun aku
Dan, inilah alasanku
Berapa banyak yang mencintaimu?
Apakah mereka semua bisa memilikimu?
Hanya akan ada satu yang mampu memilikimu
Dan, mungkin itu bukan aku
Aku milikmu, tapi, kau bukan milikku

Dalam diam, aku berteriak kencang
Semua perasaan ini hanya mampu kupendam
Aku hanya bisa titipkan salam pada rintik hujan
Memanggil namamu di antara suara halilintar
Apakah kaudengar?
Tentu tidak, kau tidak mendengar

Kau
tidak tahu jeritan hatiku yang merindukanmu
Kau tidak tahu detak jantungku yang tak lagi berlagu
Kau tidak tahu simfoni jiwa ini tak seindah dulu
Karena hanya dalam diam aku mengadu
Dalam diam aku membeku, tersedu-sedu

No comments:

Post a Comment

THEME BY RUMAH ES