Sunday, 21 October 2018

Kota Tua Kita

Di Kota Tua
Ada banyak cerita yang
Mengingatkan pada
Sebuah masa sebelum segalanya


Thursday, 13 September 2018

Tuhan Tahu

Tuhan pasti tahu
Hanya saja, kita yang tak tahu
Kala kukira telah menemukanmu
Nyatanya, Tuhan yang mengalihkan tatapku

Tuhan sudah tahu
Hanya saja, kita yang tak tahu
Kala kaupikir telah mengenalku
Nyatanya, Tuhan yang memainkan waktu

Tuhan tentu tahu
Hanya saja, kita yang tak tahu
Saat aku jatuh cinta padamu
Tuhan yang menciptakan rasa itu

Tuhan jelas tahu
Hanya saja, kita yang tak tahu
Saat kaumasuk ke dalam hidupku
Tuhan yang menjalankanmu menujuku

Tuhan niscaya tahu
Hanya saja, kita yang tak tahu
Ketika aku telah mengikhlaskanmu
Tuhan menyiapkan sesuatu untukku

Tuhan teramat tahu
Hanya saja, kita yang tak tahu
Ketika kau telah meninggalkanku
Tuhan memberikan sesuatu untukmu

Tuhan tahu
Hanya saja, kita yang tak tahu
Satu yang perlu kita tahu
Tuhan menunggu

Sunday, 12 August 2018

Mata Setua Jagat Raya

Kali pertama melihatmu, tubuhku membeku. Tak ada yang bisa kulakukan selain mematung, berusaha menenangkan detak jantungku yang dengan hebat menderu. Sekali pun tidak pernah aku seperti itu. Ada sesuatu yang tiba-tiba melesat begitu cepat, menyentuh inti jiwaku. Sejak hari itu, semuanya tak lagi sama—terutama hatiku.

Thursday, 2 August 2018

Menunggumu Satu Kali Lagi

Perihal menunggu, aku yang paling tahu. Langit saja sudah jemu menyaksikan kebodohanku yang terus meyakini sebuah kalimat darimu. "Tunggu aku," katamu beberapa tahun lalu. Kala itu, aku hanya mengangguk setuju. Namun, ternyata menunggumu tak pernah semudah yang kubayangkan. Aku harus menunggumu, yang sedang berbagi rasa dengan sosok lain di sisimu.

Friday, 6 July 2018

Kau Tak Tahu Aku Ada

            Dahulu, aku memiliki mimpi untuk menjadi sepertimu, mampu membelah jalan dengan cepat, melesat, tanpa ada sedikit pun rasa takut yang tersemat. Saat itu, aku tak berpikir mengenai apa pun, yang aku tahu, aku hanya ingin menjadi cepat. Entah apa yang akan aku kejar. Aku hanya merasa bebas ketika dapat melaju dengan cepat. Kala itu, aku tak tahu jika kau ada.

Tuesday, 19 June 2018

Ruang Kosong

Ada sebuah bagian yang
Hilang
Dari dalam dirimu yang
Periang

Wednesday, 16 May 2018

Menyatu

            Dengan hujan, aku telah menyatu. Kapan ia akan menyapa, aku bisa merasa. Di mana dia akan jatuh, aku mampu tahu. Hujan dan aku telah lama berbagi jiwa yang satu. Sejak dulu, sejak aku bahkan belum mengenalmu, dia telah memberikan pertanda. Katanya, suatu hari, aku akan bertemu dengan seseorang yang setara kecepatan cahaya, masuk ke dalam hatiku dan menguncinya tanpa ragu.

Thursday, 12 April 2018

Suara Hujan

Tatkala mentari cerah bersinar
Tanpa kumulonimbus jua halilintar
Di kejauhan aku mendengar
Hujan akan memberi kabar

Tak ada yang percaya sebab
Langit begitu biru muda
Biar, payung kulebarkan
Tak lama, ‘kan datang hujan

Saturday, 24 March 2018

Sepasang Perasaan Asing

            Aku tenggelam dalam kisah yang penuh kata-kata. Begitulah. Aku benar-benar tenggelam. Tadinya aku hanya ingin membiarkan semua mengalir apa adanya, seperti air yang mengalir. Namun, dia benar-benar melepaskanku, membiarkanku mengalir menuju sebuah muara yang kedalamannya tak pernah kukira sebelumnya. Dia secara tidak langsung menenggelamkanku ke dalam lautan penuh hiu. Aku termakan omonganku sendiri. Ternyata mengalir apa adanya tidaklah selalu menyenangkan ketika akhirnya harus tenggelam, begitu dalam.

Thursday, 22 March 2018

Kita yang Sebatas Kata

            Mungkin kau memanglah seperti itu. Kau dilahirkan dengan segala itu. Mungkin aku hanyalah satu dari seribu orang yang mendapatkan kesempatan itu—bertemu denganmu. Mungkin bagimu aku tidaklah berarti apa-apa walau sebentar saja sebab aku hanyalah satu dari sekian kemungkinan. Namun, bagiku, bertemu denganmu adalah sebuah keajaiban, bukan kebetulan, melainkan takdir indah yang disembunyikan.

Wednesday, 21 March 2018

Tanpa Bayang

Bukanlah balas dendam aku meninggalkan
Hingga langkahmu tak lagi berbayang
Kala dirimu tak lagi berjalan beriringan
Sebentar saja kau takkan berdampingan

Saturday, 17 March 2018

Langit Selepas Hujan

Dedaunan tertiup semilir angin
Sisa hujan masih membuatnya dingin
Diluncurkannya rintik yang tertahan
Di bawah langit selepas hujan

Udara melepas sejuk, bertebaran
Merasuk, pada jiwa yang kekeringan
Diisinya sekelebat manis kenangan
Di kejauhan selepas hujan

Sepasang mata tak temukan awan
Hanya ada rindu yang mengangkasa
Dititipkannya pada lembayung senja
Di balik langit selepas hujan

Wednesday, 28 February 2018

Orang Ketiga

            Waktu terus berjalan dan kurasa semuanya telah selesai. Aku telah cukup dikejar berbagai tanya yang hingga kini belum menemukan jawab sebagai jodohnya. Aku mengira bahwa takkan lagi ada yang mengharuskanku bertanya-tanya, gelisah, dan terus terusik ketika detik berganti detik. Namun, ternyata aku salah. Perjalananku belum selesai.
            Aku kembali dihadapkan pada dunia yang hingga saat ini belum pernah bisa kuatur sedemikian rupa. Di sini, tak ada yang bisa kulakukan, tak ada yang bisa kuubah sebab segalanya berlangsung hanya dalam waktu yang singkat, tetapi menyisakan kenang yang lekat. Siapakah kau? Mengapa kau bisa ada di depanku dengan sebuah hadiah yang kauletakkan di meja itu?

Sunday, 21 January 2018

Jatuh Cinta Tanpamu

Bukanlah sesuatu yang mudah ketika
Harus membangun rasa padahal hati
Tak bisa menciptakan cinta kecuali
Tuhan yang menitipkan dalam dada

Adalah engkau yang hingga kini masih ada meski
Tahun telah berganti, bulan telah berjalan, dan
Menit telah berlari bersama detik-detik yang
Kini kecepatannya tak bisa diimbangi

Perihal jatuh cinta yang pernah engkau juga aku rasa
Jatuhmu tak lagi aku, sedang jatuhku selalu dirimu
Kala sebuah nyaman membuatmu meninggalkan
Tersisalah aku dan segala kenang tak habis darimu

THEME BY RUMAH ES