Wednesday, 16 May 2018

Menyatu

            Dengan hujan, aku telah menyatu. Kapan ia akan menyapa, aku bisa merasa. Di mana ia akan jatuh, aku mampu tahu. Hujan dan aku telah lama berbagi jiwa yang satu. Sejak dulu, sejak aku bahkan belum mengenalmu, ia telah memberikan pertanda. Katanya, suatu hari, aku akan bertemu dengan seseorang yang setara kecepatan cahaya, masuk ke dalam hatiku dan menguncinya tanpa ragu.

Thursday, 12 April 2018

Suara Hujan

Tatkala mentari cerah bersinar
Tanpa kumulonimbus jua halilintar
Di kejauhan aku mendengar
Hujan akan memberi kabar

Tak ada yang percaya sebab
Langit begitu biru muda
Biar, payung kulebarkan
Tak lama, ‘kan datang hujan

Saturday, 24 March 2018

Sepasang Perasaan Asing

            Aku tenggelam dalam kisah yang penuh kata-kata. Begitulah. Aku benar-benar tenggelam. Tadinya aku hanya ingin membiarkan semua mengalir apa adanya, seperti air yang mengalir. Namun, dia benar-benar melepaskanku, membiarkanku mengalir menuju sebuah muara yang kedalamannya tak pernah kukira sebelumnya. Dia secara tidak langsung menenggelamkanku ke dalam lautan penuh hiu. Aku termakan omonganku sendiri. Ternyata mengalir apa adanya tidaklah selalu menyenangkan ketika akhirnya harus tenggelam, begitu dalam.

Thursday, 22 March 2018

Kita yang Sebatas Kata

            Mungkin kau memanglah seperti itu. Kau dilahirkan dengan segala itu. Mungkin aku hanyalah satu dari seribu orang yang mendapatkan kesempatan itu—bertemu denganmu. Mungkin bagimu aku tidaklah berarti apa-apa walau sebentar saja sebab aku hanyalah satu dari sekian kemungkinan. Namun, bagiku, bertemu denganmu adalah sebuah keajaiban, bukan kebetulan, melainkan takdir indah yang disembunyikan.

Wednesday, 21 March 2018

Tanpa Bayang

Bukanlah balas dendam aku meninggalkan
Hingga langkahmu tak lagi berbayang
Kala dirimu tak lagi berjalan beriringan
Sebentar saja kau takkan berdampingan

Saturday, 17 March 2018

Langit Selepas Hujan

Dedaunan tertiup semilir angin
Sisa hujan masih membuatnya dingin
Diluncurkannya rintik yang tertahan
Di bawah langit selepas hujan

Udara melepas sejuk, bertebaran
Merasuk, pada jiwa yang kekeringan
Diisinya sekelebat manis kenangan
Di kejauhan selepas hujan

Sepasang mata tak temukan awan
Hanya ada rindu yang mengangkasa
Dititipkannya pada lembayung senja
Di balik langit selepas hujan

Wednesday, 28 February 2018

Orang Ketiga

            Waktu terus berjalan dan kurasa semuanya telah selesai. Aku telah cukup dikejar berbagai tanya yang hingga kini belum menemukan jawab sebagai jodohnya. Aku mengira bahwa takkan lagi ada yang mengharuskanku bertanya-tanya, gelisah, dan terus terusik ketika detik berganti detik. Namun, ternyata aku salah. Perjalananku belum selesai.
            Aku kembali dihadapkan pada dunia yang hingga saat ini belum pernah bisa kuatur sedemikian rupa. Di sini, tak ada yang bisa kulakukan, tak ada yang bisa kuubah sebab segalanya berlangsung hanya dalam waktu yang singkat, tetapi menyisakan kenang yang lekat. Siapakah kau? Mengapa kau bisa ada di depanku dengan sebuah hadiah yang kauletakkan di meja itu?

Sunday, 21 January 2018

Jatuh Cinta Tanpamu

Bukanlah sesuatu yang mudah ketika
Harus membangun rasa padahal hati
Tak bisa menciptakan cinta kecuali
Tuhan yang menitipkan dalam dada

Adalah engkau yang hingga kini masih ada meski
Tahun telah berganti, bulan telah berjalan, dan
Menit telah berlari bersama detik-detik yang
Kini kecepatannya tak bisa diimbangi

Perihal jatuh cinta yang pernah engkau juga aku rasa
Jatuhmu tak lagi aku, sedang jatuhku selalu dirimu
Kala sebuah nyaman membuatmu meninggalkan
Tersisalah aku dan segala kenang tak habis darimu

THEME BY RUMAH ES