Thursday, 12 December 2019

Semenjak Kau Tak Ada

            Langit begitu gelap, seakan-akan takingin membirukan hatiku yang berselimut kelabu kabut. Seolah-olah dengan begitu, aku tak lagi menatapnya, mengarahkan pandang entah ke mana, menembus cakrawala, dengan benak yang mengembara pada masa lalu, kala semuanya masih ada. Kini, semua tinggal kilas memori semenjak kau tak ada.
            Derau terdengar sedikit menggetarkan sanubari. Rintik hujan dan embusan angin sekelebat tampak bertelingkah meningkahiku yang terus melangkah. Takpeduli basah, biarlah sudah, layak biasanya aku tidak berteduh untuk mengeringkan apa-apa yang basah, termasuk luka jua berbagai kata pernah. Tanpa lelah tanganku menadah, menangkup membentuk wadah, untuk segala pesan dari sepenggal pisah. Kukatup rapat bibir agar tidak melontarkan kesah semenjak kau tak ada.

Friday, 22 November 2019

Keniscayaan

Engkaulah keniscayaan
Yang sejak kali pertama
Mataku terpaku menatap
Sanubari ingin menetap

Engkaulah keniscayaan
Yang semenjak semula
Jantungku gemar berdebar
Firasat menggelombang getar

Engkaulah keniscayaan
Kendatipun raga kita 
Saling berlawanan
Jiwa kita berhadapan


Friday, 25 October 2019

Berteman Angan

            Di hadapanmu, aku ingin selalu memasang senyuman. Namun, bertemu denganmu pun entah kapan. Sejauh langkah ini memanjang, semua masihlah sebuah harapan, belum jua mewujud kenyataan. Bisakah suatu hari kita sengaja berjanji untuk meluangkan waktu demi sebuah pertemuan? Meski pertemuan itu akan berakhir dengan perpisahan, aku akan tetap datang membawa angan. Meski pertemuan itu akan menjadi sebuah penutupan, aku akan tetap membawa impian.


Sunday, 15 September 2019

Tahun (Cahaya) Kita

Enam tahun lalu adalah
Dua tahun setelah
Awal mula sebuah kisah
Kala cinta merekah

Delapan tahun sudah
Cerita bak sejarah
Segalanya musnah
Sungguh selesai sudah

Bentangan jarak
Menghalang tegak
Perasaan telah berkerak
Hati pun tak bisa bergerak

Triliunan tahun cahaya
Adalah jarak antara
Rasa kagum dan suka
Menujunya kuat usaha


Monday, 12 August 2019

Terima Kasih Kuucapkan


            Terima kasih telah lahir. Kelahiranmu di dunia ini menjadi sebuah anugerah bagiku meski saat itu, berlari pun mungkin aku belum pandai. Tentu, saat itu, tak pernah kutahu bahwa suatu hari, ada dirimu di luar sana yang membuatku ingin terus berlari, ke mana pun, ke tempat kau berada.

Tuesday, 30 July 2019

Mengapa Kita Tidak?

Kalau saja kita kembali
Bertemu dan berbicara
Dari hati ke hati, tetapi
Mengapa kita tidak?

Kalau saja suatu hari
Kita berhadapan berdiri
Saling bertanya, tetapi
Mengapa kita tidak?

Kala cinta benar bekerja
Pada banyak sejoli 
Kecuali pada kita, jadi
Mengapa kita tidak?

Kalau saja kau tak pergi
Kalau saja aku menahanmu di sini
Kalau kita sama berusaha, sayangnya
Mengapa kita tidak?

Memang dahulu kita hanya
Dua orang yang tak sengaja
Bertemu, tetapi tetap saja
Mengapa kita tidak?



Tuesday, 25 June 2019

Berbahagialah, Selalu

            Setelah tahun demi tahun berlalu tanpa pernah bisa menahan cepatnya dia melaju, akhirnya datanglah kesempatan itu—menyampaikan sesuatu padamu. Aku sudah menunggu kesempatan itu begitu lama setelah segalanya tak lagi tersisa. Namun, apakah sebenarnya yang selama ini kita miliki? Bertahun-tahun lalu, kita hanya pernah berkhayal untuk hidup bersama dan berbahagia selalu.


Wednesday, 22 May 2019

Petala Mimpi

Ketika mata telah tertutup
Kala jantung lembut berdegup
Terjatuh begitu dalam aku
Menuju petala mimpi tentangmu


Friday, 12 April 2019

Demikian Aku Mencintaimu

Demi citra pertama lubang hitam di pusat galaksi Messier 87 yang berjarak 55 juta tahun cahaya dari Bumi, aku akan terus di sini. Jarak hanyalah angka ketika kita sudah saling memahami. Kau takkan kesulitan mencari karena masa depan akan menunjukkanmu jalan untuk kembali. Aku akan terus menanti, menunggu pertemuan kita suatu hari.

Wednesday, 27 March 2019

Terpisahkan

Oleh kenangan yang menghilang
Oleh arah yang bersimpang
Oleh jalan yang berkelok
Hati kita dibiarkan teronggok

Oleh detak jantung yang tak beraturan
Oleh embusan napas yang tertahan
Oleh darah yang mengalir cepat
Raga kita dibiarkan membeku di tempat

Oleh dinding perbedaan
Oleh tujuan masa depan
Oleh putaran kehidupan
Kita terhalang

Wednesday, 27 February 2019

Bersama dalam Perjalanan

            Segalanya berubah. Di dunia ini, tak ada yang benar-benar tetap—kecuali perasaanku. Semua sekadar hinggap, berlalu seiring embusan angin yang menerbangkan segala asa dan doa. Ke arah langit, aku selalu memandang. Semoga, semoga saja, segala yang kutitipkan dapat mencapai kejauhan—mencapaimu.

Thursday, 24 January 2019

Selamanya

Hujan turun
Deras
Semakin deras
Tanpa ampun


THEME BY RUMAH ES