Friday, 12 April 2019

Demikian Aku Mencintaimu

Demi citra pertama lubang hitam di pusat galaksi Messier 87 yang berjarak 55 juta tahun cahaya dari Bumi, aku akan terus di sini. Jarak hanyalah angka ketika kita sudah saling memahami. Kau takkan kesulitan mencari karena masa depan akan menunjukkanmu jalan untuk kembali. Aku akan terus menanti, menunggu pertemuan kita suatu hari.


Demi Matahari yang lima miliar tahun lagi akan menjadi bintang raksasa merah, aku tak akan pernah benar-benar menyerah. Perasaanku takkan pernah berubah. Tanpa lelah, aku akan terus mempertahankan hati yang pernah terbelah. Tak perlu kau bertanya-tanya karena bagiku kau adalah anugerah.
            Demi cincin Saturnus yang satu miliar tahun lagi akan hilang, pintu hatiku akan selalu terbuka lapang, menyambutmu yang kuharapkan datang. Meski kini kau hanya sebentuk bayang, di benakku suaramu selalu terngiang. Hanya kepadamu, aku mencurahkan setulus kasih dan sayang.
            Demi Bimameda yang 4,5 miliar tahun lagi akan lahir, kisah kita tak akan pernah benar-benar berakhir. Jauh di dalam lubuk hatiku, kau selalu hadir, tak pernah jemu membuat senyumku terukir. Sekeras apa pun aku berusaha untuk mengusir, kau seakan-akan tak pernah ingin menyingkir.
            Demi teraformasi Mars yang saat ini belum dapat dilakukan dan mungkin pada awal abad ke-22 mendatang baru diupayakan, berhenti mencintaimu masihlah di luar kemampuan. Kau selalu mengira bahwa aku terluka karena tetap mencintaimu yang menganggapku sebatas kenangan. Ketahuilah, jiwaku takkan utuh jika harus kau yang kulupakan. Betapa hatiku menjadi tak beraturan ketika membayangkan suatu hari tak ada lagi cinta padamu yang kuberikan.
            Demi apa pun yang mampu membuatmu percaya, cintaku bukan sekadar kata-kata. Harus dengan apa kubuktikan bahwa kaulah satu yang tak pernah menghadirkan dua? Demi kisah kita yang pernah terukir begitu lama, apakah kau benar-benar berpikir segalanya telah tiada? Bila nanti aku tak lagi ada di Bumi dan kau teringat tentangku yang tak lagi mampu menemanimu, ingatlah masa-masa itu, biarkan dirimu tenggelam dalam ruang ingatan agar kau menyadari sesuatu—demikian aku mencintaimu.

No comments:

Post a Comment

THEME BY RUMAH ES