Friday, 19 February 2021

Sudah Sampai

Kita sudah sampai
Di tempat hanya ada 
Kita, tanpa mereka
Jauh dari suara ramai


Sunday, 24 January 2021

Waktu Pulang

Sial. Mengapa masih terasa ada yang mengganjal? Bukankah semuanya telah selesai? Sudah berbeda kota pun, mengapa rasanya masih tak ada yang benar-benar usai? Padahal, aku yang memintanya, aku yang jelas-jelas ingin tak ada apa-apa lagi di antara kami; semuanya sebatas masa lalu. Kini mengapa aku merasa dunia terbalik?

Langkah ini terhenti. Kepalaku menengok ke sebuah tempat yang baru saja dilewati. Ada yang mengusikku. Seperti digerakkan oleh sesuatu, aku berbalik badan, memutuskan masuk. Namun, setengah diriku merasa bahwa ini adalah suatu tindakan bunuh diri.


Sunday, 29 November 2020

Berbanding Seluruh Dunia

             Langit tidak pernah kosong. Awan tidak pernah diam. Angin tidak pernah sia-sia. Segalanya membawa pertanda, menyiratkan pesan yang hendak disampaikan. Sesuatu sudah, sedang, atau akan terjadi. Aku hanya perlu mengikutinya, tanpa menolak, tanpa mengelak, juga bukan sekadar menebak-nebak. Pernah aku terjebak; ketakutan akan penafsiran yang berbanding terbalik. Pelik.

            Pernah aku lepas tertawa hingga lupa kapan kali terakhir bahuku berguncang. Pernah pipiku merona begitu merah hingga lupa apakah aku sedang bermimpi atau masih terjaga. Pernah aku menatap kehadiran cermin jiwa hingga lupa bahwasanya tidak semua yang dicintai bisa dimiliki. Pernah aku mengangankan sepetak hal hingga lupa jikalau segalanya akan tergulung masa.

Saturday, 17 October 2020

Tak Terkatakan

Di bumantara tak henti mengembara
Silih sapa salam yang membelantara
Hening tak terdengar, tak bersuara
Tak terjamah, tak terjelma aksara


https://www.pixiv.net/en/artworks/83816491

Sunday, 13 September 2020

Tiada Tepermanai

            Kau membuatku merasa seolah-olah akulah yang kautuju, sementara aku membuatmu merasa seakan-akan kau bukan orang yang kutuju. Kerap kali kita dengan sengaja menunjukkan rindu, tetapi ada saja yang membuatnya tak tersampaikan. Entah berapa kali pula kita berusaha merahasiakan rasa, tetapi lupa bahwa sepasang netra tak pernah luput mencitra dan bercerita. Tiada tepermanai kata-kata yang tak terucap di antara kita; beterbangan terbawa embus bayu yang menarikan gorden jendela juga helai rambut yang tertata.

THEME BY RUMAH ES