Saturday, 5 March 2022

Kau yang Kutemukan

             Kau kutemukan tatkala hati ini tak lagi miliki bentuk yang beraturan. Di luar dugaan, ketika hidup seperti takkan pernah kembali terasa nyata, kaulah yang hadir begitu nyata. Kau bahkan tak harus melakukan sesuatu untuk memekarkan perasaan. Benih-benih yang tertanam jauh di ladang jiwa seketika bersemi menyambut senyummu yang berseri.

            Kau kutemukan saat tubuh ini sekarat. Seperti pohon yang tidak selamanya kukuh, diri ini pun nyaris terbunuh. Berulang kali terjatuh, tetapi hidup tidak membiarkanku mencurangi kematian kendatipun rasanya takkan pernah lagi bisa menjadi sosok yang utuh. Namun, menemukanmu membuatku tahu jika masih ada sesuatu yang dapat tumbuh.

Thursday, 12 August 2021

Khayal Tentangmu

             Pulang, engkau sudah, ke rumah yang selama ini membuatmu nyaman hingga pada yang lain meninggalkan. Sungguhkah semua habis tertinggal? Tidakkah kausadari masih ada yang tersisa—di antara kita? Lihat baik-baik ke dalam dirimu, benarkah sudah tak ada setitik pun aku? Amati dengan saksama lubuk hatimu, apakah setiap incinya bukan lagi untukku? Berbincanglah dengan semurni jiwamu, siapakah sebenarnya yang membuatmu merasa lengkap?

            Kita mungkin sudah selesai, kisah kita telah berakhir, tetapi masih ada yang kusangsikan; perihal khayal. Sepertinya di luasnya langit, masih ada sisa-sisa angan yang dahulu kita coba terbangkan. Begitu pun di kedalaman lautan, buih-buih asa belum menabrak karang. Kepada bulan jua kita pernah mengutarakan rindu, menitipkan salam agar sendiri tak berarti sepi.

            Khayal tentangmu, tak bisa kumungkiri, membayang di kehidupanku kendatipun aku bersusah payah menghilang. Semua tentang kita memang hanya patut dikenang, bukan diulang, tetapi bilamana bisa, mungkinkah terbuang? Dalam dirimu, khayal tentangku, apakah juga masih terngiang-ngiang? Sampai kapan kita akan terus dihantui bayang-bayang yang mengikat tanpa tahu bahwa kita sudah hidup saling berseberang?

Sunday, 25 July 2021

Sempena Terakhir

Ujungnya berakhir, seperti yang kutahu

Tak ada warna getir meski gurat-gurat

Khawatir kentara melekat sebab ingat

Sebuah sempena terakhir, tentangmu




Wednesday, 30 June 2021

Dunia Fantasi

            “Kamu mau mati?”

            Vela menoleh padaku, dahinya berkerut. Wajahnya mengulum senyum, seperti menahan tawa. Namun, sepertinya dia tidak sanggup menahan tawa renyahnya itu hingga beberapa detik kemudian, aku melihat dia tertawa lepas. Ya Tuhan, sungguh dia adalah sebuah anugerah.

Monday, 24 May 2021

Sampai di Sini Saja

             Sudah cukup; entah kali keberapa aku mengatakannya. Diri sendirilah yang selama ini kuperangi. Sebetulnya aku tak miliki cara apa pun lagi untuk berjuang, tetapi menyerah pun aku belum mau. Masih ada, kupikir, sesuatu yang bisa mengalahkan segalanya. Akan tetapi, bagimu jua sepertinya semua sudah cukup sampai di sini saja.


THEME BY RUMAH ES