Saturday, 17 October 2020

Tak Terkatakan

Di bumantara tak henti mengembara
Silih sapa salam yang membelantara
Hening tak terdengar, tak bersuara
Tak terjamah, tak terjelma aksara


https://www.pixiv.net/en/artworks/83816491

Sunday, 13 September 2020

Tiada Tepermanai

            Kau membuatku merasa seolah-olah akulah yang kautuju, sementara aku membuatmu merasa seakan-akan kau bukan orang yang kutuju. Kerap kali kita dengan sengaja menunjukkan rindu, tetapi ada saja yang membuatnya tak tersampaikan. Entah berapa kali pula kita berusaha merahasiakan rasa, tetapi lupa bahwa sepasang netra tak pernah luput mencitra dan bercerita. Tiada tepermanai kata-kata yang tak terucap di antara kita; beterbangan terbawa embus bayu yang menarikan gorden jendela juga helai rambut yang tertata.

Wednesday, 12 August 2020

Selusin Detak Jantung

Dua belas dalam satu
Sepanjang yang kutahu
Selama bergulir masa
Hidupkan asmaraloka


Pada putaran purnama
Jumantara berisi nama
Doa yang bain menjelma
Dalam daksa yang aksa



Saturday, 4 July 2020

Belahan Atma

            Mereka-reka aku dahulu kala, ketika ragu mulai merayapi seutuh tubuh, membuat keyakinanku sedikitnya rapuh. Adalah percaya yang masih tersisa, tetapi apa yang sebenarnya menahanku untuk tetap di tempat yang sama? Segalanya telah berakhir, bukan? Kita—yang telah menjadi aku dan kau—tak lagi memiliki apa-apa bagi berdua. Terpisah sudah, terentang, terakhir aku melihat semburat senyummu entah kapan.
            Pernah kaubilang, aku tetap tinggal di hatimu meskipun semuanya telah berubah. Pernah kau jua ucapkan, seperti apa pun nanti, kau yakin tetaplah cintaku untukmu. Manakala sewindu telah berlalu, tentu bertanya-tanyalah aku. Mengapa bisa—dulu—kita sebegitu yakin? Mengapa kita—dua sosok asing—begitu percaya satu sama lain? Bahkan, saat kita belum tahu apa-apa, belum tahu apa yang menjelang, mengapa kita tak pernah takut? Apakah karena semenjak mula, di antara kita tak ada kata garib, tetapi karib?

Wednesday, 27 May 2020

Setakat Terikat

Adalah engkau, sekerap kali
Layaknya angin yang lewatkan
Jejak, setapak, tanpa tertangkap
Sampaikan pesan sejauh nurani

Tuesday, 21 April 2020

Honey Star

            Tanganku mendadak berhenti. Bola di tangan terlepas begitu saja, memantul dengan suara yang menggema di kepala. Fokusku pecah. Konsentrasiku berantakan. Sial. Aku langsung berjalan gontai ke sisi lapangan. Segera kuteguk air mineral dari botol yang kusimpan di dalam ransel. Sebagian airnya kugunakan untuk mengguyur wajah.

Sunday, 12 April 2020

Atas Nama Hujan

            Atas nama hujan, aku sungguh-sungguh mensyukuri segala yang pernah ada di antara kita. Entah apakah sebenarnya yang membawa kita sampai ke sini, yang mempertemukan kita dahulu kala, yang membuat kita merasa memiliki mayapada yang hanya dimengerti tiap-tiap kita.


Saturday, 21 March 2020

Sesebentar Sementara

Perihal pertanda, semesta tiada tua
Disebarkannya ke seluruh dunia
Diselipkannya ke sudut sibuk kota
Diterbangkannya ke jauh cakrawala

Saturday, 29 February 2020

Dibahagiakan Takdir

            Tak ada yang membuat lebih cemas daripada ketidakpastian. Padahal, satu-satunya yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian. Namun, tetap saja, ketidaktahuan tentang sesuatu yang akan terjadi sering kali membuat risau sendiri. Tentangmu, juga begitu. Terlebih, memang tentang kita.
            Pernah kukatakan jika suatu kala dirimu kembali hadir di hidupku, akan kucintai kau lebih dari sebelumnya dan akan kuperjuangkan kau berkali-kali lipat dari yang selama ini telah kulakukan. Sayangnya, aku tak memiliki banyak waktu. Serupa angin, kubilang tentangmu, memang benarlah begitu. Manasuka kaupergi dan aku akan kehilangan lagi.
            Sudah aku mencintaimu dengan melepaskan, dengan membiarkanmu terbang bebas tanpa pernah sekali pun menahan. Sudah aku hanya melihatmu berlari tanpa pernah memintamu berhenti dan menoleh kepadaku lagi. Sudah aku memastikan kau berbahagia tanpaku di hidupmu yang menyenangkan bersama dirinya.


Friday, 24 January 2020

Keajaiban Kedua

Ada sesak yang mendesak
Ingin hati berteriak
Entah mengapa, pada apa
Taktahu apa-apa

Hingga tiba masa
Tatkala kau menyapa
Mencariku di mana
Menyirat jumpa

Adalah Tuhan yang telah
Menuntun hatimu yang lelah
Menujuku yang gelisah
Sampai hilang yang resah

Menangislah, menangislah
Bersamaku seperti kita pernah
Meski bukan aku sandarmu
Kita selalu saling menahu

THEME BY RUMAH ES