Sunday, 13 September 2020

Tiada Tepermanai

            Kau membuatku merasa seolah-olah akulah yang kautuju, sementara aku membuatmu merasa seakan-akan kau bukan orang yang kutuju. Kerap kali kita dengan sengaja menunjukkan rindu, tetapi ada saja yang membuatnya tak tersampaikan. Entah berapa kali pula kita berusaha merahasiakan rasa, tetapi lupa bahwa sepasang netra tak pernah luput mencitra dan bercerita. Tiada tepermanai kata-kata yang tak terucap di antara kita; beterbangan terbawa embus bayu yang menarikan gorden jendela juga helai rambut yang tertata.

            Waktu tidak pernah bermain-main di antara kita. Begitu pula jarak, yang katanya mampu meluluhlantakkan dinding perasaan, soyogianya tak mampu memutus ikatan. Jika memang bukan kau orangnya, seharusnya kita tidak bertemu, bukan? Tiada tepermanai lintangan waktu dan bentangan jarak yang menjadikan kita jauh, tetapi sungguh, ternyata kita sama sekali tidaklah rapuh.

            Mimpi, penantian, harapan, angan, kenyataan; semuanya bercampur baur. Di bumantara tersebar segala yang menguap dari kita, dari debar di balik dada sampai salam hangat dari hati terdalam. Manakala kita hidup di dunia berbeda, sejatinya alam akan selalu mengingatkan semua yang pernah terjadi. Tiada tepermanai kenangan yang pernah kita ciptakan, kita hadiahkan kepada diri masing-masing agar tak pernah saling merasa asing satu sama lain.

            Kini kusadari, seperti apa pun aku mengenalmu, tidaklah aku memahami sedikit pun tentangmu. Makalah itu, sedari dulu hingga detik ini, ingin aku mengenalmu lebih jauh, lebih dalam, hingga dapat kuketahui masih adakah aku di hatimu. Tentang caramu berpikir, aku sungguh tak habis pikir. Tentang polamu bertingkah, betul-betul aku taktahu arah. Tiada tepermanai hal-hal yang begitu tersembunyi dari dirimu yang penuh teka-teki.

            Aku masih belum menyerah. Aku masih begitu yakin meski segala yang ada di penjuru dunia berkata tak mungkin. Jika Tuhan Yang Mahatahu saja menunggu, mengapa kita harus terburu-buru? Terhadap jawaban yang tidak kontan didapatkan, menanti adalah sebuah bentuk kepercayaan. Tiada tepermanai anugerah yang akan diperoleh manakala sepanjang waktu aku tetap di jalan yang satu tanpa sedetik pun menoleh. 

No comments:

Post a comment

THEME BY RUMAH ES